SMUpdate

2019, Jokowi Cari Wapres Lebihi JK

Foto: liputan6

Foto: liputan6

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengamat politik Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio memprediksi Presiden Joko Widodo akan mencari calon wakil presiden (wapres) yang melebihi kemampuan Jusuf Kalla (JK). Soal wacana akan menggandeng Menko Kesra Puan Maharani itu kemungkinan itu tetap ada.

“Walaupun kemungkinan tetap ada tapi kecil ini terjadi. Sebab saat ini yang dibutuhkan Jokowi adalah sosok JK plus untuk jadi wapresnya,” ujar Hendri dihubungi di Jakarta, Selasa (5/9).

Sosok JK ini dinilai Hendri sudah mewakili figur ekonomi dan Islam, tapi JK bukan militer. “Jadi, bila Jokowi mau cari yang lebih dari JK, direkomendasikan ambil militer yang mengerti ekonomi dan dekat dengan Islam,” tambah dia.

“Kalau tidak mau militer ya JK itu sudah top. Kecuali JK-nya sudah gak mau maju lagi,” tambah Hendri.

“Nah, Puan masih jauh dari kriteria itu. Walaupun dalam politik kemungkinan apapun bisa terjadi, tapi kecil kemungkinannya ada duet Jokowi-Puan,” tutur Hendri.

Dukungan terhadap Presiden Joko Widodo dinilai akan berkurang jika nantinya menggandeng Puan Maharani untuk maju pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Paling tidak dukungan dari partai-partai politik bakal berkurang, karena keduanya dikenal sama-sama berasal kader partai berlambang banteng moncong putih. Sementara partai lain juga punya ambisi memadukan Jokowi dengan kader mereka.

“Jadi saya kira wacana itu nampaknya sulit. Karena semua aspek tentu akan dipertimbangkan secara matang dalam penetapan pasangan calon presiden,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia (LAPI) Maksimus Ramses Lalongkoe

Ramses memperkirakan jika nantinya Jokowi tetap dipaksakan berpasangan dengan Puan, partai-partai yang selama ini mendukung Jokowi akan menarik dukungan. Hal tersebut, menurut Ramses, tentu sangat tidak diinginkan. Karena walau bagaimana pun butuh kekuatan politik besar untuk memenangkan pemilihan presiden 2019. “Makanya saya kurang yakin dengan hal tersebut. Tapi kalau sekadar wacana sepertinya tidak masalah,” ucap pengajar di Universitas Mercu Buana itu.

(A Adib/CN38/SM Network)

Berita Terkait

Back to Top
Sedang memproses... Mohon tunggu...
Loading...
Load time: 0.0780 second..