SMUpdate

Pemerintah Perlu Usulkan Penempatan Tentara Penjaga Perdamaian di Rakhine

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah Indonesia diminta untuk memprakarsai usulan kepada Dewan Keamanan PBB, untuk menempatkan tentara penjaga perdamaian di Rakhine State, Myanmar. Penempatan tersebut dirasa perlu, mengingat pembantaian yang sistematis dan masif kepada etnis Rohingya itu, telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Jadi bukan baru-baru ini saja, melainkan sudah berlangsung sejak tahun 1962,” kata Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy dalam pesan singkatnya, Selasa (5/9).

Menurutnya, hal itu terjadi karena pembiaran yang dilakukan oleh negara terhadap tindakan warga maupun ekstrimis terhadap etnis Rohingya. Sehingga, persoalan di Rakhine dapat dikatakan sebagai kebencian berbasis agama. “Pemerintah Myanmar telah mendiamkan terjadinya genocide, menghilangkan paksa, tidak adanya perlindungan sipil dan bahkan bisa dikatakan pembantaian. Hal itu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan oleh sejumlah ekstrimis, yang diduga kuat mendapatkan perlindungan dari aparatur negara,” ujarnya.

Hal itu terungkap dari laporan sahih mantan Sekjen PBB Kofi Annan, yang bertugas mencari fakta peristiwa di Myanmar. Dari laporan tersebut, diketahui pemerintah Myanmar telah membiarkan terjadinya genocide. “Kejadian itu telah berlangsung selama beberapa puluh tahun dan dibiarkan berkelanjutan. Ini adalah sebuah tindakan yang anti kemanusiaan dan anti perdamaian,” kecamnya.

Untuk itu, upaya diplomasi diprioritaskan untuk menghentikan seluruh tindakan kekerasan dan ketegangan yang terjadi di Rakhine State. Selanjutnya adalah memastikan adanya perlindungan masyarakat sipil. “Selain itu adalah pemberian bantuan kemanusiaan. Baik dalam rangka pangan dan akses kesehatan. Bagaimanapun, kekerasan berbasis kebencian sektarian di satu negara, tidak pada tempatnya untuk dibawa ke Indonesia,” tegasnya.

(Saktia Andri Susilo/CN38/SM Network)

Berita Terkait

Back to Top
Sedang memproses... Mohon tunggu...
Loading...
Load time: 0.0686 second..